dikawinkan pada saat masa produksi. Karena jantannya sudah pilihan, dengan kualitas irama suara terbaik, sebagai pasangannya tentunya dipilih terlebih dahulu betina yang siap kawin.
Umur di atas 8 bulan sudah bisa dipasangkan meski idealnya berumur 1 tahun. Kondisi ayam harus sehat, warna bulu bagus dan jengger tegak berdiri.Proses mengawinkan ayam ini mudah. Ayam dikeluarkan di kandang masing-masing, didekatkan. Tak lama kemudian betina akan langsung dikawini induk jantan. Waktu masa perkawinan dipilih pada pagi hari.
Mengawinkan ayam di pagi hari berkecenderungan anakan yang ditetaskan dominan jantan.
Jika dikawinkan pada siang hari, anakan lebih banyak betina.Proses perkawinan dimulai pagi hari dengan pasangan dimasukan ke kurungan di luar kandang. Setelah kawin, indukan betina dimasukan ke kandang ternak untuk bertelur. Indukan betina ayam jenis ini mampu bertelur 12 butir. Indukan yang sudah menetaskan anak-anakannya diistirahatkan setelah sebelumnya dimandikan dengan obat antiseptik. Sedangkan kotak sarang dibersihkan sebelum digunakan kembali untuk tempat bertelur indukan.Sementara anakan dipindahkan ke kandang penghangat yang diberi lampu. Perawatan anakan setelah mencapai umur 1 bulan juga harus hati-hati, misalnya perlu dijemur tetapi hanya sepintas.
Dari hari ke hari, minat penggemar ayam ketawadi Jawa khususnya di seputaran Jabodetabek terus meningkat. Hobi memelihara jenis ayam asli lokal dari Indonesia Timur tepatnya dari Sulawesi Selatan ini juga merebak pada beragam komunitas dan latar belakang, tidak hanya pecinta unggas maupun burung tapi juga komunitas lainnya.
Selain sebagai hewan peliharaan atau klangenan, ayam yang berkarakter jinak ini juga tidak ada bedanya dengan ayam kampung pada umumnya. Mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Hanya suara saat berkokok yang membedakan ayam ketawa dengan ayam pada umumnya.
Kokok ayam ketawa mirip suara orang ketawa dengan alunan suara belakang kek, kek, kek…nya dengan spasi lambat yang membuat suaranya jadi khas. kategori suara yang dikenalnya yang saat ini diketahuinya ada 3 tipe suara. Yakni dangdut, slow dan slow dangdut.
Sesuai namanya ada beragam irama lagu dengan variasi keduanya itu tadi. Ayam yang memiliki kombinasi irama keduanya, suara dangdut dan slow, inilah yang diburu kalangan penggemar. Meskipun jenis suara seperti ini harganya lebih mahal, tak mengurangi minat para penghobi untuk memburunya.
Boleh jadi, karena suaranya yang khas dan unik ini yang membuat ayam ketawa jadi koleksi baru para pecinta unggas di Jabodetabek. Tingginya minat penggemar ayam ini terasa dari banyaknya penghobi yang berburu setiap harinya. Tidak hanya dari Jabodetabek tapi juga banyak dari luar kota,”
ini bisa menjadi peluang bisnis yang baik
1 komentar:
ayamnya ada bos
Posting Komentar